Selasa, Januari 27, 2015

JENIS-JENIS KARANGAN



JENIS-JENIS KARANGAN

Berdasarkan isi atau tujuannya wacana/karangan dibedakan menjadi:
  • Deskripsi
  • Narasi
  • Eksposisi
  • Argumentasi
  • Persuasi
1.       Deskripsi
  Suatu wacana yang melukiskan atau menggambarkan suatu objek, peristiwa, keadaan/situasi secara rinci.
  Misalnya pemandangan alam, orang, hewan, tumbuhan, benda, tingkah laku seseorang, kesibukan/keadaan suatu tempat, atau kesan kita ketika mengalami sesuatu, dll.
  
 Tujuan deskripsi adalah supaya pembaca mengetahui objek yang dideskripsikan atau pembaca seolah-olah mengalami sendiri apa yang dialami penulis. Pembaca seolah-olah mendengar apa yang didengar penulis, melihat apa yang dilihat penulis, merasakan apa yang dirasakan penulis.

  Ciri-ciri paragraf deskripsi:
ü  Menggambarkan/melukiskan pemandangan alam, orang, hewan,tumbuhan, benda, tingkah laku seseorang, kesibukan/keadaan suatu tempat, atau kesan kita ketika mengalami sesuatu, dll.
ü  Mengutamkan sasaran pada timbulnya kesan berdasarkan efek pancaindra.
ü  Menggali sumber ide dari pengamatan/observasi
ü  Membutuhkan data berupa fakta sebagai ilustrasi untuk memperjelas penggambaran
ü  Menggunakan pola pengembangan urutan ruang
  Contoh:
Deskripsi Teknis

                                                           Bangkok

        Kota Bangkok tepat berada di tepi sungai Chao Phraya. Ibukota Thailand ini telah menjadi sentral pemerintahan selama lebih dari dua abad. Identik dengan kota Jakarta, kota Bangkok saat ini penuh dengan gedung-gedung tinggi. Bangkok dilengkapi dengan Skytrain, kereta cepat yang menjadi transportasi utama. Di kota Bangkok ada sejumlah obyek wisata Thailand yang bisa Anda nikmati.
        Di Bangkok kita dapat mengunjungi lebih dari 400 kuil. Kuil-kuil ternama di antaranya adalah Grand Palace dan Wat Phra Kaeo. Kuil ini merupakan tempat Emerald Budha dan tempat dari istana Raja. Kita bisa mengunjunginya mulai dari pukul 8.30 hingga 15.30.
Hal yang spesial dari tempat ini adalah para pengunjung harus mengenakan pakaian resmi dan bersepatu. Kuil lainnya adalah Wat Mahathat atau Kuil Relik Agung; Vimanmek Mansion merupakan bangunan yang tersusun dari kayu jati yang terbesar di dunia.
Wat Pho, kuil dengan patung Budha berlapis emas; Wat Arun atau The Temple of Dawn, disebut demikian karena kuil ini mampu memantulkan kembali cahaya yang mengenainya. Kuil ini berlapis porselen.
        Selain itu, di Bangkok kita juga dapat mengunjungi Jim Thompson House, pusat koleksi sutra Thailand terlengkap. Kita juga bisa berjalan-jalan di Dusit Zoo, yang merupakan kebun binatang di kota Bangkok.


Deskripsi Sugestif
Pagi hari itu aku duduk di bangku besar di taman belakang hotel. Matahari belum tinggi benar, baru sepenggal. Sinarnya menghangatkan badan, mengusir dingin.  Di hadapanku bermekaran bunga beraneka warna. Angin pegunungan sepoi-sepoi menyapu wajahku, membawa bau harum bunga dan rasa manis madunya. Kuhirup udara pagi yang segar sepuas-puasku. Badanku terasa nyaman, dan hilanglah rasa capai berjalan seharian kemarin.
Tiba-tiba kudengar bunyi nyaring di pohon dekatku. Kulayangkan mata mencari asal bunyi itu. Seekor burung kutilang bertengger di puncak pohon. Dengan bebasnya ia bersiul dan berlagu. Tak jauh darinya dua ekor burung kecil meneliti setiap daun, barangkali ada ulat makananya. Sambil melompat-lompat ringan, berkicaulah mereka. Kurasakan kegembiraan dua makhluk kecil itu.

2. Narasi
·           Suatu wacana yang mengisahkan suatu keadian/peristiwa secara kronologis dengan mengutamakan adanya tindak tanduk (perbuatan aktif) dari tokoh.
·           Ciri-ciri paragraf narasi:
ü Menceritakan/mengisahkan suatu peristiwa/kejadian
ü Menyajikan/membangun alur
ü Mengutamakan faktor kronologis/waktu
ü Menggali sumber ide dari kejadian nyata atau pengembangan imajinasi/fiktif
·           Contoh: cerpen, novel, roman, dan cerita-cerita yang lain.

·           Contoh narasi berisi fakta:
Ir. Soekarno Ir. Soekarno, Presiden Republik Indonesia pertama adalah seorang nasionalis. Beliau memimpin PNI pada tahun 1928. Soekarno menghabiskan waktunya di penjara dan di tempat pengasingan karena keberaniannya menentang penjajah. Soekarno mengucapkan pidato tentang dasar-dasar Indonesia merdeka yang dinamakan Pancasila pada sidang BPUPKI tanggal 1 Juni 1945. Soekarno bersama Mohammad Hatta sebagai wakil bangsa Indonesia memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945. Ia ditangkap Belanda dan diasingkan ke Bengkulu pada tahun 1948. Soekarno dikembalikan ke Yogya dan dipulihkan kedudukannya sebagai Presiden RI pada tahun 1949.
Jiwa kepemimpinan dan perjuangannya tidak pernah pupus. Soekarno bersama pemimpin-pemimpin negara lainnya menjadi juru bicara bagi negara-negara nonblok pada Konferensi Asia Afrika di Bandung tahun 1955. Hampir seluruh perjalanan hidupnya dihabiskan untuk berbakti dan berjuang.

·           Contoh narasi fiksi:
Aku tersenyum sambil mengayunkan langkah. Angin dingin yang menerpa, membuat tulang-tulang di sekujur tubuhku bergemeretak. Kumasukkan kedua telapak tangan ke dalam saku jaket, mencoba memerangi rasa dingin yang terasa begitu menyiksa.
Wangi kayu cadar yang terbakar di perapian menyambutku ketika Eriza membukakan pintu. Wangi yang kelak akan kurindui ketika aku telah kembali ke tanah air. Tapi wajah ayu di hadapanku, akankah kurindui juga?
Ada yang berdegup keras di dalam dada, namun kuusahakan untuk menepiskannya. Jangan, Bowo, sergah hati kecilku, jangan biarkan hatimu terbagi. Ingatlah Ratri, dia tengah menunggu kepulanganmu dengan segenap cintanya.

3. Eksposisi
·           Suatu wacana yang menguraikan/menjelaskan suatu objek sejelas-jelasnya sehingga memperluas pandangan/pengetahuan pembaca.
·           Dalam wacana eksposisi penulis menyampaikan/ memberi informasi mengenai suatu objek yang lengkap dan dapat dipercaya. Dengan informasi tersebut pengetahuan pembaca bertambah.
·           Kegunaan eksposisi, misalnya untuk:
ü menjelaskan wujud dan hakikat suatu objek, misalnya menjelaskan pengertian kebudayaan, komunikasi,  perkembanan teknologi, pertumbuhan ekonomi, dll.
ü Menjelaskan bagaimana pertalian suatu objek dengan objek yang lain, menganalisis struktur suatu barang, menganalisis karakter suatu individu atau situasi, dll.
ü Menjelaskan secara akurat dan padu mengenai topik-topik yang rumit seperti struktur negara/ pemerintahan struktur sebuah jam tangan, teori mengenai timbulnya suatu penyakit, dll.
·           Karangan eksposisi berisi uraian-uraian ilmiah yang disampaikan dengan bahasa yang denotatif (makna sebenarnya/makna yang sesuai dengan kamus) dan objektif.
·           Misalnya: Laporan laboratoris (dapat bersifat mekanis/percobaan-percobaan, dapat bersifat alamiah, misalnya pernapasan, reaksi-reaksi kimia), menjelaskan bekerjanya sebuah mesin, menguraikan langkah-langkah mengerjakan/membuat sesuatu, dll.

Contoh topik untuk eksposisi:
  • Manfaat kegiatan ekstrakurikuler
  • Peranan majalah dinding di sekolah
  • Sekolah kejuruan sebagai penghasil tenaga terampil.
Contoh paragraf eksposisi:
Pada dasarnya pekerjaan akuntan mencakup dua bidang pokok, yaitu akuntansi dan auditing. Dalam bidang akuntasi, pekerjan akuntan berupa pengolahan data untuk menghasilkan informasi keuangan, juga perencanaan sistem informasi akuntansi yang digunakan untuk menghasilkan informasi keuangan.Dalam bidang auditing pekerjaan akuntan berupa pemeriksaan laporan keuangan secara objektif untuk menilai kewajaran informasi yang tercantum dalam laporan tersebut.

4. Argumentasi
Ø Suatu wacana yang berusaha meyakinkan pembaca/pendengar akan kebenaran ide/gagasan/pendapat dari penulis/pembicara sehingga pembaca/pendengar menjadi yakin akan kebenaran ide/gagasan/pendapat yang disampaikan oleh penulis/pembicara.
Ø  Unsur-unsur yang harus ada dalam argumentasi:
                                         1. Ide/gagasan/pendapat
                                         2. Argumen/alasan
                                         3. Bukti, contoh (fakta)
          4. Meyakinkan
                                         5. Tujuan akhir: pembaca menjadi yakin

Ø  Contoh:
Kembali Pada Ruh Demokrasi Pancasila
Ketidakjelasan sistem demokrasi –apakah sistem presidensil atau sistem parlementer- mengakibatkan terjadinya oligarki partai politik. Partai politik memiliki wewenang yang luar biasa hebat, karena selain memiliki hal legislasi, parpol seringkali menjadi alat tekan politik untuk mencapai tujuan politik parpol.
Hal tersebut memang sah dalam dunia politik, namun jika terus menerus terjadi kekisruhan politik, hal itu akan berakibat pada terganggunya pertahanan dan keamanan bahkan stabilitas ekonomi.
        Indonesia pada masa orde baru pernah mengalami masa-masa pembangunan yang pesat. Pembangunan tersebut bisa dilakukan dengan optimal jika stabilitas politik relatif tenang, karena kondisi politik bagi negara berkembang seringkali memicu konflik sosial pada masyarakat bawah, konflik sosial tersebut yang kemudian memicu stabilitas pertahananan dan keamanan.
Bukannya ingin kembali pada masa orde baru, tetapi pelajaran dari masa lalu tidaklah semuanya buruk. Kita pernah melaksanakan sebuah sistem demokrasi yang baik dan mampu mengakomodasi kepentingan semua suku, agama, ras dan golongan. Bahkan, sistem tersebut mampu menciptakan suasana kondusif bagi proses pembangunan ekonomi, politik dan budaya.
Demokrasi Pancasila adalah demokrasi yang mengutamakan musyawarah mufakat. Prinsip dalam demokrasi Pancasila sedikit berbeda dengan prinsip demokrasi secara universal. Ciri demokrasi Pancasila: Pemerintah dijalankan berdasarkan konstitusi, Adanya pemilu secara berkesinambungan, Adanya peran-peran kelompok kepentingan, Adanya penghargaan atas HAM serta perlindungan hak minoritas, Demokrasi Pancasila merupakan kompetisi berbagai ide dan cara untuk menyelesaikan masalah, Ide-ide yang paling baik akan diterima, bukan berdasarkan suara terbanyak.
…..
Contoh tema/topik untuk argumentasi:
  • Disiplin kunci sukses berwirausaha,
  • Teknologi komunikasi harus segera dikuasai,
  • Sekolah menengah kejuruan sebagai aset bangsa yang potensial.
Contoh paragraf argumentasi:
Jiwa kepahlawanan harus senantiasa dipupuk dan dikembangkan karena dengan jiwa kepahlawanan, pembangunan di negara kita dapat berjalan dengan sukses. Jiwa kepahlawanan akan berkembang menjadi nilai-nilai dan sifat kepribadian yang luhur, berjiwa besar, bertanggung jawab, berdedikasi, loyal, tangguh, dan cinta terhadap sesama. Semua sifat ini sangat dibutuhkan untuk mendukung pembangunan di berbagai bidang.
Menurut Iskandar, sudah saatnya masyarakat mengubah paradigma agar lulusan SMP tidak latah masuk SMA. Kalau memang lebih berbakat pada jalur profesi sebaiknya memilih SMK. Dia mengingatkan sejumlah risiko bagi lulusan SMP yang sembarangan melanjutkan sekolah. Misalnya, lulusan SMP yang tidak mempunyai potensi bakat-minat ke jalur akademik sampai perguruan tinggi, tetapi memaksakan diri masuk SMA, dia tidak akan lulus UAN karena sulit mengikuti pelajaran di SMA. Tanpa lulus UAN mustahil bisa sampai perguruan tinggi. Pada akhirnya mereka akan menjadi pengangguran karena pelajaran di SMA tidak memberi bekal untuk bekerja. Sumber : Cerdas Berpikir Bahasa dan Sastra Indonesia

5. Persuasi
Ø Suatu wacana yang bertujuan untuk meyakinkan seseorang agar melakukan sesuatu yang dikehendaki pembicara/penulis pada waktu ini atau pada waktu yang akan datang.
Ø Unsur-unsur persuasi:
                1. Ajakan, bujukan, rayuan, himbauan
                2. Argumen/alasan
                3. Bukti, contoh (fakta)
                4. Meyakinkan
                5. Tujuan akhir: pembaca/pendengar melakukan  sesuatu
  Contoh tema/topik untuk persuasi:
  • Katakan tidak pada NARKOBA,
  • Hemat energi demi generasi mendatang,
  • Hutan sahabat kita,
  • Hidup sehat tanpa rokok,
  • Membaca memperluas cakrawala.
Contoh paragraf persuasi:
Salah satu penyakit yang perlu kita waspadai di musim hujan ini adalah infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). Untuk mencegah ISPA, kita perlu mengonsumsi makanan yang bergizi, minum vitamin dan antioksidan. Selain itu, kita perlu istirahat yang cukup, tidak merokok, dan rutin berolah raga.
  Contoh bentuk-bentuk persuasi: propaganda, iklan, selebaran, kampanye, dsb
  Perbandingan antara argumentasi dan persuasi:
NO
ARGUMENTASI
PERSUASI
1
Unsur:
1. Ide/gagasan/pendapat
2. Argumen/alasan
3. Bukti, contoh (fakta) yg kuat
4. Meyakinkan
5.Tujuan akhir: pembaca/ pendengar   menjadi yakin
Unsur:
1. Ajakan, bujukan, rayuan, himbauan
2. Argumen/alasan
3. Bukti, contoh (fakta) tdk sekuat     argumentasi
4. Meyakinkan
5. Tujuan akhir: pembaca/pendengar    melakukan sesuatu               
2
Pendekatan yg dipakai:  logis objektif
Logis: mengemukakan argumen/alasan yg masuk akal dan dapat diterima akal sehat
Objektif: menyertakan bukti,contoh yg sesuai dg keadaan sebenarnya
Pendekatan yg dipakai:  emotif
Emotif:berusaha membangkitkkan dan
merangsang emosi pembaca/pendengar





Rabu, November 26, 2014

KISI-KISI ULANGAN AKHIR SEMESTER GASAL BAHASA DAN SASTRA INDONESIA KELAS XI IPA TAHUN 2014/2015



KISI-KISI ULANGAN AKHIR SEMESTER GASAL
BAHASA DAN SASTRA INDONESIA KELAS XI IPA TAHUN 2014/2015


NO SOAL
MATERI
KET
1
­Pesan yang terdapat pada penggalan cerita

2
Watak para pelaku yang tepat sesuai dengan penggalan novel

3
Latar tempat penggalan cerpen

4
Pelukisan watak tokoh dalam penggalan cerita

5
Sudut pandang yang dipakai dalam penggalan cerpen

6
Sudut pandang yang digunakan dalam penggalan novel

7
Watak tokoh dalam penggalan novel

8
Amanat yang terdapat dalam kutipan novel

9
Pesan yang terdapat pada penggalan cerita

10
Latar tempat penggalan cerpen

11
Pelukisan watak tokoh dalam penggalan cerita

12
Konflik yang terdapat pada penggalan cerpen

13
Penyebab konflik yang dialami tokoh utama dalam cerpen

14
Akibat dari konflik yang terjadi dalam penggalan cerpen

15
Amanat yang terdapat pada penggalan cerpen

16
Sudut pandang yang digunakan pengarang  dalam penggalan novel

17
Watak tokoh dalam penggalan novel

18
Majas yang terdapat dalam puisi

19
Nilai moral yang terdapat dalam penggalan cerita

20
Tema atau pokok masalah yang tersirat dalam penggalan cerpen

21
Unsur Ekstrinsik yang tampak dalam penggalan novel

22
Unsur intrinsik yang tampak pada penggalan cerita

23
Latar penggalan novel Layar Terkembang

24
Nilai yang dominan tersirat dalam penggalan cerita

25
Nilai agama yang terungkap dalam kutipan cerita

26
Sudut pandang pengarang yang digunakan dalam kutipan cerpen

27
Watak “Aku” dalam kutipan cerpen

28
Amanat dalam penggalan cerpen

29
Konflik dalam kutipan cerita

30
Penyebab konflik yang dialami tokoh

31
Peristiwa yang merupakan akibat konflik yang dialami tokoh

32
Konflik yang terdapat dalam kutipan cerpen

33
Penyebab konflik dalam kutipan cerpen

34
Peristiwa yang merupakan akibat konflik dalam kutipan cerpen

35
Nilai budaya yang terkandung dalam penggalan cerpen

36
Isi kutipan cerita

37
Nilai moral yang terkandung dalam kutipan cerita

38
Majas yang tepat, sesuai dengan isi paragraf

39
Gaya bahasa yang digunakan dalam kalimat

40
Majas yang terdapat dalam puisi

41
Kalimat yang menggunakan majas litotes

42
Majas metonimia

43
Majas yang terdapat pada paragraf

44
Struktur dan kaidah pantun

45
Jenis pantun

46
Makna pantun

47
Larik bagian isi pantun yang tepat sesuai tema

48
Larik sampiran yang tepat sesuai pantun

49
Jenis pantun

50
Jenis pantun

51
Larik pantun yang tepat untuk melengkapi pantun rumpang

52
Kata digerus dapat diganti

53
Baris yang tepat untuk melengkapi syair yang rumpang

54
Baris pantun yang paling tepat untuk melengkapi bagian rumpang pantun

55
Penafsiran makna yang tepat pantun