Selasa, Februari 25, 2014

DISKUSI



DISKUSI
v  Diskusi?
1.      Kegiatan bertukar pikiran
2.      Dilakukakan oleh dua orang/ lebih
3.      Ada masalah yang menjadi pokok pembicaraan
4.      Tujuannya mencapai mufakat
v  Macam-macam diskusi
1. Diskusi kelompok
2. Diskusi panel
3. Workshop/ lokakarya
4. Rapat kerja
5. Seminar
6. Konferensi
7. Kongres
8.  Simposium
9.  Kolokium
10. Sarasehan
11. Cawan ikan/ Fishbowl
1. Diskusi Kelompok
Ø  Pesertanya 3-10 orang
Ø  Masalah yg dibahas tidak terlalu kompleks
2. Diskusi Panel
Ø  Kegiatan bertukar pikiran antara 3-6 ahli
Ø  Dipandu oleh seorang ketua/moderator
Ø  Disaksikan/diikuti oleh sejumlah peserta
Ø  Waktu yg tersedia dibagi menjadi 2 bagian:
Ø  setengah waktu digunakan      berdiskusi antar panelis
Ø  setengah waktu digunakan berdiskusi antara panelis dengan peserta
Ø  Unsur-unsur yg terlibat: nara sumber/ahli/panelis, moderator, peserta.
3. Workshop/Lokakarya
Ø  Pertemuan yg dihadiri oleh sekelompok orang yg pekerjaannya sejenis
Ø  Menghadirkan ahli/orang yg berpengalaman
Ø  Membicarakan masalah teknis berkaitan dg pekerjaan mereka
Ø  Pembahasan dilakukan secara terarah dan mendalam
Ø  Tujuannya:
Ø  Mengevaluasi proyek kerja yg telah dilaksanakan
Ø  Membutuhkan suasana kerja baru sesuai dg tuntutan dan kebutuhan baru
Ø  Bertukar pengalaman untuk meningkatkan kualitas kerja agar lebih efektif dan efisien           
Ø  Masalah yg dibahas cukup rumit
Ø  Peserta yg terlibat: nara sumber/ahli, peserta, (moderator)
4. Rapat Kerja
Ø  Pertemuan wakil-wakil suatu instansi/organisasi/ lembaga
Ø  Membahas masalah yg berkaitan dg tugas/fungsi instansi/organisasi/lembaga tersebut
Ø  Masalah yg dibahas yaitu program kerja yg akan dilaksanakan
Ø  Arah pembicaraannya jelas, yaitu menghasilkan keputusan untuk dilaksanakan
Ø  Biasanya dipimpin oleh kepala instansi/ organisasi/ lembaga penyelenggara
5. Seminar
Ø  Membahas masalah kebijaksanaan yg akan dipakai sebagai landasan bagi masalah-masalah yg bersifat teknis
Ø  Masalah yg dibahas biasanya berasal dari hasil penelitian/hasil kajian literatur
Ø  Unsur-unsur yg terlibat: moderator, penulis, pemrasaran/narasumber, pembanding (pembahas utama), partisipan, dan guru pembimbing
Ø  Proses pelaksanaan
Ø  Moderator membuka seminar (menyampaikan salam pembuka, menyapa pendengar).
Ø  Moderator memperkenalkan pembicara, penulis, pembanding.
Ø  Moderator menyampaikan masalah yang akan dibahas.
Ø  Moderator menyampaikan tata tertib seminar.
Ø  Nara sumber memyampaikan penjelasan/mempresentasikan makalah.
Ø  Pembanding menyampaikan makalah     pembanding.
Ø  Nara sumber menanggapi apa yg disampaikan pembanding.
Ø  Partisipan menyampaikan tanggapan kepada nara sumber/pembanding.
Ø  Nara sumber/pembanding menanggapi.
Ø  Moderator membacakan kesimpulan.
Ø  Moderator menutup diskusi (mengucapkan terima kasih, mengungkapkan harapan, menyampaikan salam penutup).
6. Konferensi
Ø  pembicaraan/rapat/permusyawaratan antara wakil-wakil berbagai negara untuk membahas kepentingan bersama
7. Kongres/muktamar/rapat besar
Ø  Pesertanya banyak (ratusan/ribuan/jutaan)
Ø  Tujuannya untuk memilih ketua umum, menentukan garis-garis besar program partai, dsb.
8. Simposium
Ø  diskusi yg diawali serangkaian pidato pendek oleh dua sampai empat orang pakar kemudian dilanjutkan tanya jawab dg peserta diskusi.
Ø  Unsur-unsur yg terlibat: nara sumber/ahli, moderator, peserta.
9. Kolokium
Ø  Diskusi yg mengundang para pakar
Ø  Para pakar tidak memberikan penjelasan terlebih dahulu, tetapi langsung memberi jawaban atas pertanyaan yg diajukan peserta.
Ø  Unsur-unsur yg terlibat: pakar, moderator, peserta.
10. Sarasehan
Ø  Diskusi yg bersifat santai, penuh keakraban
Ø  Peserta duduk lesehan sambil minum dan makan makanan kecil
Ø  Masalah yg dibahas tidak terlalu dibatasi
Ø  Peserta bebas menyampaikan pendapat dan pengalamannya seputar topik yg dibicarakan
Ø  Unsur-unsur yg terlibat: ketua/moderator, peserta.
11. Cawan Ikan (Fish Bowl)
Ø  Diskusi dg kursi-kursi yg diatur dalam posisi melengkung setengah lingkaran, seorang moderator duduk di tengah. Di sebelah moderator duduk seorang/beberapa pakar, di sebelah kiri moderator terdapat tiga kursi kosong.
Ø  Setelah moderator memberi pengantar mengenai  topik yg dibahas, kemudian mempersilakan peserta untuk bertanya. Peserta yg bertanya menempati tempat duduk khusus di sebelah kiri moderator.

             

Kamis, Desember 12, 2013

Menulis Proposal Penelitian



Menulis Proposal Penelitian

v Bagian-bagian Karangan Ilmiah
1.   Bagian Pelengkap Pendahuluan
1)      Halaman Judul
2)      Halaman Persetujuan
3)      Halaman Pengesahan
4)      Lembar Motto (opsional)
5)      Lembar Persembahan (opsional)
6)      Kata Pengantar
7)      Daftar Isi
8)      Daftar Tabel, Daftar Lambang, Daftar Singkatan, dll. (jika ada)
9)      Abstrak
2.   Bagian Isi
1)      Bab I Pendahuluan
2)      Bab II Landasan Teori
3)      Bab III Metodologi Penelitian
4)      Bab IV Sajian dan Analisis Data
5)      Bab V Penutup
  3. Bagian Pelengkap Penutup
1)      Daftar Pustaka
2)      Lampiran
3)      Indeks
4)      Biografi
v Bagian-bagian Proposal Penelitian
1)      Judul Penelitian
2)      Latar Belakang masalah
3)      Rumusan Masalah
4)      Tujuan Penelitian
5)      Pembatasan Masalah
6)      Manfaat Penelitian
7)      Kerangka Teori
8)      Hipotesis
9)      Metode Penelitian
10)  Sistematika Penyajian
1. Judul Penelitian
ü  Dirumuskan secara spesifik/tidak terlalu luas.
ü  Memuat populasi penelitian yg dibatasi.
2. Latar Belakang Masalah
ü  Berisi hal-hal yang mendorong penulis melakukan penelitian terhadap masalah yg akan dibahas.
ü  Hal-hal tersebut berupa fakta yg berasal dari observasi maupun hasil membaca berbagai referensi.
3. Rumusan Masalah
ü  Berisi uraian masalah yang akan dibahas atau dibicarakan/dipecahkan melalui penelitian.
ü  Uraian masalah dirumuskan dalam bentuk kalimat tanya.
ü  Rumusan Masalah bersifat hipotetik: jawaban atas pertanyaan itu dapat dibuktikan melalui penelitian.
4. Tujuan Penelitian
ü Berisi tujuan dari penelitian  yang akan dilakukan.
ü Tujuan penelitian ini didasarkan atas rumusan masalah yang sudah dirumuskan.
5. Pembatasan Masalah
ü penjelasan singkat tentang spesifikasi masalah yang akan diteliti.
ü Bagian ini diperlukan  apabila cakupan masalah dipandang terlalu luas atau masalah yang disampaikan dapat mengundang pengertian yg ganda.
6. Manfaat Penelitian
ü Memuat nilai penting hasil penelitian yang dilakukan bagi kepentingan masyarakat, baik masyarakat umum maupun masyarakat dalam arti khusus (kalangan tertentu saja).
7. Kerangka Teori
ü Memuat prinsip-prinsip teori yang digunakan dalam penelitian & untuk  membantu menganalisis masalah.
ü Disajikan dalam bentuk wacana singkat.
8. Hipotesis
ü  Merupakan simpulan awal terhadap masalah/ jawaban sementara dari masalah.
ü  Perumusan hipotesis didasarkan atas observasi awal terhadap masalah yang dibahas dan membaca berbagai referensi yang berhubungan dengan masalah yang diteliti.
9. Metode Penelitian
ü  Cara yang digunakan untuk melakukan penelitian /pengumpulan data.
ü  Jenis metode penelitian yang umum
§  Metode Studi Pustaka
§  Metode Observasi/Pengamatan
§  Metode Angket
§  Metode Wawancara
§  Metode Eksperimen/Percobaan
10. Sistematika Penyajian
ü memuat urutan penyajian karya tulis dari bab pendahuluan sampai bab penutup yang disajikan secara singkat dalam bentuk paragraf.

v Populasi dan Sampel Penelitian
Ø  Populasi Penelitian
ü keseluruhan objek penelitian yang memiliki karakteristik tertentu dalam suatu penelitian.
Ø  Sampel Penelitian
ü bagian dari populasi yang menjadi sumber data
ü bagian dari populasi yg benar-benar diteliti
ü Sampel penelitian diperlukan jika populasi penelitian bersifat heterogen dan jumlahnya cukup besar.
ü Sampel penelitian harus bersifat representatif:
§ Bisa mewaikili seluruh objek penelitian/ populasi penelitian.
§ Terdiri dari unsur-unsur yg memiliki sifat-sifat populasi.
Ø  Contoh:
ü Judul Penelitian:
§ Pengaruh Pemakaian Handphone terhadap Prestasi Belajar Siswa-siswi SMA Katolik Sang Timur Jakarta
ü Populasi Penelitian:
§ Siswa-siswi  SMA Katolik Sang Timur Jakarta tahun ajaran 2011/2012
ü Sampel Penelitian:
§ 180 siswa-siswi SMA Katolik Sang Timur Jakarta tahun ajaran 2011/2012 terdiri dari 18 kelas masing-masing kelas diambil 10 orang sebagai sampel.
v Jenis-jenis Populasi
Ø Berdasarkan jumlahnya
1.   Populasi terbatas/populasi terhingga
ü Sumber data yg jelas batas-batasnya secara kuantitatif karena memiliki karakteristik yg terbatas.

ü Misalnya:
§ 3.000.000 orang narapidana di Indonesia yg menghuni Lembaga Pemasyarakatan sejak  1 Januari 2005, dijatuhi hukuman minimal 3 tahun penjara.
2. Populasi tak terbatas/populasi tak terhingga
ü Sumber data yg tidak dapat ditentukan batas-batasnya secara kualitatif.
ü Tidak dapat ditentukan jumlahnya secara kuantitatif.
ü Misalnya:
§ Narapidana di Indonesia
Ø Berdasarkan sifatnya
      1. Populasi yang bersifat homogen
      2. Populasi yang bersifat heterogen
1.   Populasi yang bersifat homogen
ü Sumber data yang unsur-unsurnya memiliki sifat yang sama.
ü Tidak perlu dipersoalkan jumlahnya secara kuantitatif.
ü Terdapat dalam ilmu eksakta/IPA
ü Misalnya:
§ Penelitian terhadap gejala berupa reaksi bilamana dua unsur kimia bersenyawa dengan cara sengaja mencampurkan kedua unsur tersebut.
2. Populasi yang bersifat heterogen
ü Sumber data yang unsur-unsurnya memiliki sifat/keadaan yang bervariasi
ü Perlu ditetapkan batas-batasnya secara kuantitatif dan kualitatif
ü Terdapat dalam penelitian bidang sosial.